Review

Tuesday, April 24, 2018

[At a Glance] My Mister (2018)

Anyeonghaseyo~~

Setelah sekian lama “puasa” nulis soal drama Korea, akhirnya sekarang saya bisa nulis soal topik ini lagi. Jadi…sekarang ini saya lagi ngikutin drama berjudul “My Mister” atau “My Ahjussi.” Ketika nonton menit-menit awal dari episode pertama, saya pikir saya ga akan terlalu suka sama drama ini, yang kesannya suram dan lack of romance, yang mana bukan my cup of tea, secara saya kan sukanya drama yang menye-menye XD

Tapi…ternyata setelah selesai nonton episode pertama, saya mulai ketagihan dan  berakhir dengan melahap semua delapan episode dalam waktu dua hari saja!

Nah, di blogpost ini, saya pengen nulis sedikit ulasan mengenai kesan pertama soal drama ini. Kali aja ada yang lagi menimbang-nimbang apakah ingin menonton drama ini atau engga, semoga tulisan ini bisa membantu memutuskan :D


Judul: My Mister (Naui Ajusshi)
Sutradara: Kim Won Suk (previous works: Signal, Misaeng, Monstar, Sungkyunwan Scandal, etc)
Penulis Naskah: Park Hae Young (previous works: Oh Hae Young Again, etc)
Stasiun Penyayangan: tvN
Jumlah Episode: 16
Jadwal Tayang: Rabu & Kamis
Tanggal Rilis: 21 Maret, 2018
Link untuk nonton: My Mister
My Mister menceritakan kehidupan Park Dong Hoon (Lee Sun Kyun), seorang pegawai kantoran yang menjalani kehidupan dengan kehampaan. Sementara Lee Ji An (IU) adalah seorang gadis yang memiliki masa lalu gelap dan kehidupan yang keras. Secara tidak sadar keduanya mulai mengobati luka satu sama lain.
Trailer: My Mister 
First Impression

Sebelumnya saya pernah nulis ketidaksabaran saya untuk menonton drama ini disini, karena drama ini ditulis oleh penulis naskah yang salah satu dramanya sangat saya cintai. Karena ditulis oleh penulis naskah “Oh Hae YoungAgain,” saya pikir drama ini akan sedikit mirip-mirip “OHYA,” tapi ternyata saya salah teman-teman. Bagusnya sih sama dengan “OHYA,” tapi dari segi genre, drama ini beda banget sama “OHYA,” yang kental banget nuansa romance dan komedi-nya. Bukan berarti ga ada romance dan komedi ya, “My Mister” ini genre-nya lebih ke drama.

adegan di subway sepulang kantor, ga pernah ngebosenin, bikin saya sadar kalau everyone has their own problems

Di awal-awal nonton drama ini, yang ada di pikiran saya adalah “Ko kayanya suram banget ya nih drama.” Berawal dari pemikiran tersebut, saya memutuskan untuk berhenti nonton di menit 40-an. Saat itu saya mikir kalo mental saya lagi ga siap untuk nonton drama tipe ini (lagi galau sis :p), karena yang saya butuhkan saat itu adalah drama menye-menye yang menghibur hati. Tapi entah kenapa drama ini masih aja stay di pikiran saya. Karena terus kepikiran, akhirnya saya lanjut nonton. Dan saya nyesel karena sempet mikir ga akan lanjut nonton drama ini. *cue The Passengers – Let Her Go*

Menurut saya, “My Mister” ini kisahnya ga melulu suram. Banyak kehangatan-kehangatan sederhana dan terselubung yang dikisahkan dalam serial ini. Yang saya suka dari serial ini adalah adegan-adegan yang kesannya minor tapi menyimpan banyak pesan yang sangat relatable dengan kehidupan nyata.

Contohnya adegan saat nenek Lee Ji An makan masakan yang dibawakan oleh cucunya. Disini diperlihatkan kalau neneknya sangat menikmati masakan tersebut dan mengatakan kalau ia sangat bersyukur. Entah kenapa pas liat adegan ini yang ada di pikiran saya adalah: “Bahagia itu sederhana cuy,” dan sama seperti Lee Ji An, mata saya pun mulai berkaca-kaca pas liat neneknya senyum kegirangan abis makan.




Serial ini juga kesannya lebih real. Contohnya nih ya, karakter wanita utama disini, Lee Ji An, adalah gadis yang sangat miskin. Biasanya kan di serial lain biarpun miskin, pasti baju dari karakter utama wanitanya selalu ganti-ganti. Disini, baju yang dipakai Lee Ji An ya itu-itu aja. Coat-nya pun ga pernah berubah.

Satu lagi dari beberapa hal yang saya suka dari serial ini adalah pendalaman karakternya. Bukan cuma pemeran utama wanita dan pria saja yang kisahnya disuguhkan secara mendalam di serial ini, pemeran-pemeran lainnya, bahkan kisah dari pemeran antagonis-nya pun digambarkan dengan penuh arti. Saya aja yang sempet benci banget sama pemeran antagonisnya sempet merasa iba saat mengetahui kehidupannya secara lebih dalam.

Oh iya, satu lagi nih yang perlu digarisbawahi dari serial ini: IU keren banget. Menurut saya ini adalah penampilan terbaik IU. Disini IU tak banyak memiliki dialog, namun ia tetap berhasil menghidupkan karakternya. Keren pisan neng Jieun <3


Untuk menarik kesimpulan, bagi teman-teman yang lagi nyari drama yang real, relatable, dan sarat pesan moral, boleh langsung nonton “My Mister.” Kalau mood-nya lagi pengen nyari drama yang ringan, lovey dovey dan ceria, boleh di-skip aja nih serial, meskipun saya sangat merekomendasikan untuk nonton serial ini saat mood-nya baikan, karena keren banget serialnya. 

No comments:

Post a Comment