Review

Friday, May 25, 2018

[K-Drama Review] My Mister (2018)


Anyeonghaseyo~~

Beberapa waktu lalu saya berhasil menyelesaikan menonton “My Mister.” Ada perasaan senang dan sedih saat menonton episode terakhir serial tersebut. Seneng karena akhirnya di tahun ini saya bisa menyelesaikan nonton satu serial Korea sampai selesai (sebuah pencapaian bagi saya yang punya masalah sama “komitmen”) dan sedih karena ke depannya ga bisa nonton kisah Park Dong Hoon-Lee Ji An lagi L

Anw, saya cukup puas dengan drama ini. Saya bisa bilang kalau sejauh ini, “My Mister” adalah drama terfavorit di tahun 2018. Dibalik segala kerumitan lika-liku kisah dari tokoh-tokoh di dalamnya, bagi saya, drama ini sebenarnya ingin mengajak penontonnya untuk hidup dengan bahagia dan menganggap kalau kesulitan-kesulitan yang kita alami dalam kehidupan sehari-hari itu bukanlah masalah yang besar. Drama ini juga menyoroti keistimewaan hubungan antar manusia, dimana tanpa kita sadari atau tidak, pertemuan antara seorang manusia dengan manusia lainnya pasti memiliki maksud tertentu, tidak ada yang kebetulan karena semuanya sudah diatur oleh Yang Maha Kuasa (ciaa udah keren ga tuh bahasanya :p). Tapi beneran gitu ko. Meski terlihat “berat,” sebenernya drama ini adalah drama yang ringan dan sederhana karena kisah tokoh-tokoh di dalam serial ini sebenernya bisa kita temui dimana saja.

Baiklah daripada terlalu lama di intro, lebih baik langsung menuju review yang sebenarnya saja ya, chulbal!!

foto credit: asianwiki

PLOT

Disclaimer: Sebelumnya saya mau bikin “pengakuan” dulu kalau saya agak bingung untuk nulis plot “My Mister,” karena banyak hal-hal suprising di episode-episode awal yang kalau diceritain disini bakal mengurangi keseruan nonton dramanya. Jadi maaf kalau plot-nya singkat banget. Semoga cukup menggambarkan yaa.

“My Mister” menceritakan kisah seorang gadis muda bernama Lee Ji An (IU) yang bekerja sebagai pegawai sementara di kantor Saman E&C. Lee Ji An bekerja di bawah pengawasan Park Dong Hoon (Lee Sun Kyun) sebagai Manager. Tanpa sengaja, keduanya terlibat hubungan yang “spesial,” dimana keduanya mencoba untuk menyembuhkan luka satu sama lain.

COMMENT

Dari segi plot, “My Mister” menawarkan jalan cerita yang tidak umum. Awalnya ketika hendak menonton serial ini, saya berpikir kalau “My Mister” akan menyuguhkan kisah cinta antara dua anak manusia (berat banget “anak manusia”) dengan perbedaan umur yang cukup jauh. Dugaan awal saya tak sepenuhnya salah, tapi dugaan saya terlalu dangkal, karena apa yang disajikan oleh Park Hae Young writer-nim lebih dari kisah cinta saja. Hubungan antara Lee Ji An dan Park Dong Hoon adalah hubungan yang sangat dalam. Hubungan yang luar biasa. Kalau kata nenek Ji An, hubungan keduanya adalah hubungan yang berharga. Setuju banget sama pernyataan halmeoni!!

love this scene!! foto credit: dramabeans

Selain itu, menonton “My Mister” tidak membuat saya bosan sama sekali, meskipun kesannya drama ini sangat suram, namun saya menikmati jalan ceritanya. Dari politik kehidupan perkantoran, sampai dengan lika liku kehidupan rumah tangga, persaudaraan, pertemanan, percintaan dan karir, semuanya lengkap disajikan dengan rasa yang hangat dan membuat saya yang menontonnya merasa kalau di luar sana, banyak kok orang yang memiliki masalah, tapi lebih memilih untuk menanganinya seolah-olah “Itu bukan masalah besar” dan melanjutkan hidupnya dengan kebahagiaan.

Mari kita breakdown satu-satu ya.

Yang pertama adalah politik kehidupan perkantoran. Jujur nih, saya sebenernya suka males kalo nonton drakor yang ada politik kehidupan perkantorannya, karena kasusnya pasti sama: perebutan kekuasaan. Dan seringkali jalan cerita yang ditawarkan pun serupa. “My Mister” bukanlah pengecualian. Kasusnya masih sama, yaitu perebutan kekuasaan antara dua kubu. Namun surprisingly, saya ga kesel saat nonton adegan-adegan yang fokus ke elemen politik kehidupan perkantoran ini. Malahan saya excited dan ga sabar mengikuti jalan ceritanya sambil berharap semoga si protagonis alias Park Dong Hoon akan mendapatkan apa yang seharusnya ia dapatkan sejak lama.

foto credit: dramabeans

Elemen yang kedua adalah lika liku kehidupan rumah tangga. Nah, disini saya agak-agak kesel sama karakter Park Dong Hoon. Tapi buat yang belum nonton jangan dibaca ya kenapa keselnya, karena isinya full spoiler.

foto credit: dramabeans

SPOILER

Awalnya saya sangat sangat sangat benci sama karakter Kang Yoon Hee (Lee Ji Ah), istri dari Park Dong Hoon, yang masih selingkuh ketika punya suami sebaik dan sesabar Park Dong Hoon. Selingkuhnya sama adik kelas yang merangkap CEO Park Dong Hoon lagi. Gimana ga kesel coba. Rasanya pengen ngerewes layar laptop kalo lagi ada adegan dia selingkuh. Tapi..setelah diceritakan alasan kenapa dia selingkuh, saya jadi sedikit mengerti soal pergulatan hatinya (weleh “pergulatan”), meskipun keputusan untuk selingkuh tetap tidak bisa dimaafkan ya.

Menurut Kang Yoon Hee, Park Dong Hoon lebih mementingkan keluarga dan teman-temannya dan tak mau peduli soal perasaan istrinya. Disini saya agak iba sama Yoon Hee, yang merasa “left behind” sementara Dong Hoon memilih untuk tidak melakukan perubahan. Dong Hoon juga seolah-olah tidak mau terbuka sepenuhnya ke Yoon Hee, ia seolah-olah ingin memendam semuanya sendiri. Padahal kalau Dong Hoon mau terbuka dan mencari jalan tengah untuk tidak melulu keukeuh tinggal di lingkungan yang dekat dengan teman-teman dan keluarganya, mungkin Yoon Hee akan luluh dan ga nyari “pelampiasan”. Mungkin itu juga yang menjadi alasan Dong Hoon memaafkan Yoon Hee, karena jauh di dalam lubuk hatinya Dong Hoon sadar kalau ia ikut andil dalam keretakan kehidupan rumah tangganya. Hey, it takes two to tango, right?

END OF SPOILER

Masuk ke elemen ketiga adalah persaudaraan dan pertemanan. Tema persaudaraan dan pertemanan di “My Mister” kental banget. Saya sangat salut sama hubungan persaudaraan kakak-beradik Park. Park Dong Hoon yang merupakan anak kedua menjadi penyeimbang yang baik bagi kakak dan adiknya, Park Sang Hoon (Park Ho San) dan Park Gi Hoon (Song Sae Byeok). Meski sudah sama-sama dewasa, ketiganya masih seperti anak kecil ketika berinteraksi dengan satu sama lain – kecuali Dong Hoon yang agak-agak normal dibanding kakak adiknya.

kakak adik terkoplak & terkompak. foto credit: drama beans

Sementara untuk hal pertemanan, ini juga berhasil bikin saya amaze. Bayangin aja, kakak-beradik Park masih berteman dekat dengan teman-teman dari jaman sekolah mereka. Dan mereka pun melindungi satu sama lain serta bertanya-tanya kalau ada yang satu malem aja ga dateng ke bar tempat mereka kumpul-kumpul setiap malamnya – posesif meskipun udah pada bapak-bapak.

geng Jung Hee's bar. foto credit: dramabeans

Mari berlanjut ke elemen percintaan. Berbeda dengan elemen-elemen sebelumnya, elemen percintaan ini sedikit banget porsinya di “My Mister.” Meski begitu, setiap adegan-adegan yang menyangkut elemen ini sangatlah berarti.

SPOILER

Sejujurnya, saya sedikit berharap kalau Lee Ji An bakal berakhir bahagia dengan Lee Gwang Il (Jang Ki Yong), seperti yang pernah saya bahas disini. Meskipun hal itu tidak terjadi, namun ending dari drama ini cukup memberikan sedikit pencerahan mengenai bagaimana sebenarnya perasaan keduanya. Lee Ji An ternyata pernah menaruh perasaan pada Gwang Il, meskipun entah apakah rasa itu sekarang masih ada atau tidak. Sementara untuk Gwang Il, jelas banget kalo dia masih suka sama Ji An. Duh, kenapa ga dipertemukan lagi sih mereka berdua di akhir episode. Gemes pisan.

Sementara soal percintaan antara Lee Jin An dan Park Dong Hoon. Dari yang saya liat sih mereka sama-sama mencintai dan menyayangi satu sama lain. Kalau Ji An mah udah jelas ya suka sama ahjussi-nya. Yang saya agak bingung ya si ahjussi, sebenarnya dia tuh suka ga sama Ji An. Tapi pas liat gimana paniknya dia pas Ji An ngilang dan nyari kesana kemari sampe akhirnya ditelepon dan buru-buru pergi ke tempat Ji An berada, saya sadar kalau “Oh, dia juga suka sama Ji An, tapi ga bisa ngapa-ngapain karena udah punya istri dan anak.” Ya semoga di kehidupan berikutnya kalian berdua ketemu lagi sebagai orang yang sama-sama jomblo ya Ahjussi  dan Ji An (tiba-tiba keinget “Scarlet Heart” ouch!).

Walau cintanya tak bisa bersatu, hubungan Ji An dan Dong Hoon tetap bermakna karena keduanya sama-sama berhasil mengubah kehidupan “menyedihkan” yang mereka jalani menjadi kehidupan yang lebih baik dan “manusiawi.”

END OF SPOILER

Sementara dari segi acting, saya terpukau banget sama acting dari dua aktris di serial ini. Mereka adalah IU, yang memerankan tokoh Lee Ji An, dan Nara Hellovenus yang memerankan tokoh Choi Yoo Ra.

salah satu adegan yang menggambarkan sosok Ji An yang sebenarnya :( foto credit: dramabeans

Menurut saya nih ya, IU adalah idol wanita yang paling keren acting-nya. Dibandingkan dengan idol-idol lainnya *uhuk*suzy*uhuk* IU terlihat seperti seorang aktris profesional.  Sementara untuk Nara, ini adalah pertama kali saya melihat Nara sebagai aktris, meskipun saya ga pernah liat penampilannya di Hellovenus. Karakternya sebagai Choi Yoo Ra – aktris gagal yang mencoba untuk kembali sukses – sungguh menarik. Nara berhasil menggambarkan sisi-sisi annoying dan menyedihkan Choi Yoo Ra di waktu bersamaan dengan baik.

Nara sebagai Choi Yoo Ra

Sebagai penutup, saya sangat-sangat merekomendasikan drama ini untuk siapapun, terutama untuk teman-teman yang lagi ngerasa “hidup kok berat banget ya,” cuss nonton drama ini dan rasakan kalau banyak hal di dalam kehidupan kita yang bisa membuat kita merasa kalau sebenarnya “itu bukan masalah besar.”

SCORE: 10/10

Untuk menutup tulisan ini dengan lebih baik – karena tidak ada yang sempurna di dunia ini – berikut beberapa kutipan dari “My Mister” yang membekas banget di benak saya :”)

foto credit: dramabeans

“There’s no such thing as 'winning' or 'losing.' Everyone has his or her own life.” - Monk Gyeomduk (Ep.16)

“All human beings have some sort of power within them.” – Park Gi Hoon (Ep.16)

“I liked all of the sounds you made, Mister. And all of your words and thoughts. And the sound of your footsteps. All of it. It felt as if I saw what a human being was for the first time.” – Lee Ji An (Ep.15)

“If you get to know a person, if you get to know them, nothing they 
do bother you.” – Park Dong Hoon (Ep.15)

“It’s easy for people who have money to become good people.” – Lee Ji An (Ep.5) 

“The thing about human being is they live their entire lives in fear that they’ll become failures. At least, I think I did. At first, I was truly happy that Director Park had become a failure. Because Director Park seemed to be fine despite having failed. That made me even happier. It made me think, ‘It’s okay to fail. It’s nothing, really. Even if you fail, you can still be happy.’ He made me feel relieved.” – Choi Yoo Ra (Ep.7)

foto credit: sports.donga

No comments:

Post a Comment